Inspiratif Tips untuk Ibu
Mengapa Anak Perlu Bermain Bersama Teman?
Mengapa Anak Perlu Bermain Bersama Teman?
Sesuai tugas perkembangan, pada usia sekolah anak membutuhkan
partner untuk mengasah berbagai keterampilannya.
Tahukah Anda bahwa pada usia sekolah (6 – 12 tahun) anak telah memiliki pengetahuan dasar yang baik tentang kemampuan diri dan lingkungannya? Itulah yang poin penting yang terkandung dalam teori perkembangan sosial manusia yang dibuat oleh salah seorang tokoh psikologi dunia Erik Erikson,
Namun anak tetap butuh suasana kondusif untuk mengasah pengetahuan itu menjadi keterampilan praktis yang melengkapi kehidupannya. Salah satu cara praktis melakukan hal tersebut adalah dengan memberi kesempatan anak bermain bersama teman-temannya!
Para ahli perkembangan anak berpendapat bahwa ada 3 manfaat penting yang akan dipelajari anak ketika ia bermain bersama temannya:
Melakukan sharing & caring
1. Saat bermain bersama teman, anak belajar untuk berbagi. Paling tidak ia meminjamkan mainannya atau menunggu giliran bermain.
2. Agar permainan lancar, anak dan temannya juga membuat aturan bermain. Kondisi ini adalah wujud dari kemampuan anak melindungi kepentingan diri sendiri dan temannya.
3. Pada anak yang lebih besar (lebih dari 8 tahun), mereka bahkan belajar berempati terhadap temannya, jika mainan temannya rusak, atau jika ia terluka ketika bermain.
Melakukan sharing & caring1. Saat bermain bersama teman, anak belajar untuk berbagi. Paling tidak ia meminjamkan mainannya atau menunggu giliran bermain.
2. Agar permainan lancar, anak dan temannya juga membuat aturan bermain. Kondisi ini adalah wujud dari kemampuan anak melindungi kepentingan diri sendiri dan temannya.
3. Pada anak yang lebih besar (lebih dari 8 tahun), mereka bahkan belajar berempati terhadap temannya, jika mainan temannya rusak, atau jika ia terluka ketika bermain.
Berapa Lamakah Waktu Bermain Aktif
Secara alamiah, bermain adalah tugas utama seorang anak. Tetapi setelah memasuki usia sekolah tugas utama itu“perlu diatur” agar tidak mengganggu keseimbangan aktivitas rutinnya, termasuk belajar.more